Tentang Pola Asuh, Bingung Mau Pilih Yang Mana?

Tentang Pola Asuh, Bingung Mau Pilih Yang Mana?

Di era digital saat ini, parenting menjadi pembahasan yang selalu menarik untuk dibahas salah satunya tentang pola asuh. Banyak orang tua memiliki pola asuh yang berbeda-beda, namun biasanya pola asuh tersebut cenderung meniru dari generasi sebelumnya alias kakek neneknya padahal setiap anak itu berbeda, setiap anak itu unik, tidak bisa disamakan satu sama lain. Zaman kita dulu dibesarkan tentu berbeda dengan zaman anak kita saat ini. Saya dan suami berusaha menerapkan hal tersebut untuk si kecil, mengasuh anak dengan cara yang berbeda dengan apa yang orangtua kami lakukan dulu.

Ada banyak memang teori-teori pengasuhan yang dijabarkan para ahli parenting dan psikolog, tak ada yang baku karena memang tak ada sekolah menjadi orangtua, namun yang terpenting adalah memilih satu metode pengasuhan yang dianggap paling cocok bagi kita sebagai orangtua, daripada mencoba semua metode parenting yang ada, lalu mengkombinasikannya. Bukannya menemukan solusi, malah teori pengasuhan satu dan lainnya saling bertentangan dan membuat kita bingung

parenting-binggung

 Sumber foto: https://yourot.com/parenting-club/parental-misconceptions

Sebagai orang tua, kita harus menetapkan pola asuh yang mana yang mau diterapkan kepada anak-anak kita. Jangan sampai kita ikut tentang pola asuh ini dan itu atau baca buku pola asuh ini dan itu, namun tidak dijalankan, maka akan menjadi sia-sia. Masing-masing pola asuh belum tentu cocok dengan kepribadian kita sebagai orang tua.

Supaya Pola Asuh yang telah dipilih tersebut berjalan, Mimin AnakkuSayang.Id memberikan beberapa rule/aturan yang harus dijalankan

1. Ayah dan Bunda Sama-sama Terlibat

Dalam pengasuhan keterlibatan peran ayah bunda harus berjalan bersamaan. Jangan Sampai peran salah satunya tidak berjalan semestinya. Mengutip tagline AyahASI “Buat Berdua, Ngurus Juga Berdua”. Keseimbangan peran ayah dan ibu penting sekali untuk perkembangan emosional si kecil. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan mampu mengelola emosinya dengan baik.

2. Orang Tua Sepakat Dalam Aturan Yang Sama

Baik ayah dan ibu memiliki aturan yang sama sehingga jika anak melakukan kesalahan ia tidak akan berlindung ke salah satu pihak yang ia yakini akan membelanya. Jika ayah mengatakan tidak maka ibupun juga. Ini mengajarkan anak tentang konsekuensi dari perbuatannya. Jika ia bersalah, maka ia harus bertanggungjawab, bukan melarikan diri dari masalah. Sering yang terjadi kalau ayah menegur anak berbuat salah, maka si ibu membela, begitupun sebaliknya, ini berdampak tidak baik untuk si kecil yang akan selalu mencari pembenaran atas kesalahannya

3. Anak Diberikan Pilihan

Berapa banyak kita sebagai orang tua memberikan pilihan pada anak kita. Kita menganggap anak akan menurut dengan pilihan yang kita pilih tanya menanyakan pilihan tersebut kepada anak. Memilih melatih si anak bertanggungjawab atas pilihannya dan melatih kemandirian. Misalnya saja saat makan, kita akan tanyakan ia mau makan mie atau nasi hari ini, atau jika akan pergi, ia boleh memilih diantara dua model baju yang  disodorkan.

4. Tidak Banyak Melarang

Kita sepakat bahwa kita tidak melarang anak kita melakukan apapun kecuali berbahaya bagi dirinya dan membahayakan orang lain. Terlalu banyak melarang anak akan berakibat tidak baik baginya karena anak akan tumbuh menjadi pribadi yang peragu dan takut untuk mengambil keputusan. Sebisa mungkin menghindari kata “Jangan” dan “Awas”, “Tidak”, dan mengganti dengan kalimat positif yang maknanya sama.

5. Tidak Menyalahkan Benda Mati

“Siapa yang jahat Nak? Dindingnya ya?Sini bunda pukul dindingnya ya.”

Sering tidak waktu kecil kita dibilangin begitu sama orangtua? Ternyata itu berakibat tidak baik untuk mental si anak karena ketika dewasa nanti ia cenderung menyalahkan orang lain jika sedang mengalami masalah. Karena itu jika anak kita jatuh atau terbentur tembok, kita selalu ingatkan bahwa ia harus berhati-hati karena tembok itu keras dan tak boleh menyalahkan benda mati.

Bagaimana Ayah Bunda? punya rules yang harus dilakukan saat melakukan pola asuh anak kita? share di komentar ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *