Tips Sukses Menyapih dengan Metode WWL

Tips Sukses Menyapih dengan Metode WWL

Mungkin Anda adalah ibu-ibu yang lagi mencari metode bagaimana Tips menyapih anak Anda yang sudah mau 2 tahun atau lebih dengan metode WWL. Metode menyapih yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia adalah dengan memberikan ramuan pahit atau menggunakan lipstik yang dioleh di PD ibunya, kemudian mengatakan nenen lagi sakit atau rasanya tidak manis lagi. Memang mungkin cara lama ini bisa cepat berhasil namun mngkin akan menyakitkan hati anak dan malah menghancurkan kepercayaan anak terhadap orangtuanya

Bagi kami metode tidak cocok kami terapkan dalam menyapih anak kami. Kami berprinsip bahwa ketika anak pertama sekali menyusui dengan cinta maka mengakhiri menyusui/nenen juga dengan cinta. untuk menerapkan hal tersebut kami mencari beberapa literatur maupun ikut kulwap yang membahas tentang metode tersebut yaitu metode WWL (Weaning With Love).

Proses melakukan menyapih dengan metode WWL tidak semudah yang diucapkan, butuh kerja keras dan ikhlas dari Si Ibu dan Anak. Kalau si Ibu belum bisa ikhlas menyapih anaknya, maka proses ini butuh waktu yang panjang sampai si ibu ikhlas. Pengalaman kami dalam menyapih anak kami yang berumur 2 tahun 6 bulan butuh waktu 3 hari untuk si anak bisa menerima bahwa dia sudah cukup nenennya.

Di hari pertama, Anak kami berhasil tidak nenen sepanjang hari, namun pukul 04.00 dini hari ia menangis sedih sekali, dan ayahnya sudah kelelahan menggendong semalaman dan bilang “Ayah ngantuk kali bun. Terserah Bunda, mau kasih atau gak ya.. pilihan ada di bunda.”. Saya yang juga kelelahan akhirnya tidak tega dan menyusui dia. Kelihatan sekali dia bahagia sekali saat dikasi nenen dan sekejap tidur pulas sampai pagi jam 7. Saya pikir ini masih hari pertama, tidak papalah yang penting frekuensinya sudah sangat berkurang, hanya sekali. Dan hari kedua, kami benar-benar harus tegas. Sepanjang malam kami bergantian menggendongnya saat ia bangun dan merengek minta nenen. Dan berhasil ia tidak nenen sampai pagi. Memang capek sekali dan pegal, juga waktu tidur berkurang namun ini demi kebaikan si kecil. Di hari ketiga, Alhamdulilah proses menyapih semakin mudah. Sepanjang pagi hingga malam ia sudah tidak nenen lagi. Kami pun mensoundingnya untuk tidur tanpa digendong. Kalau tidur harus di tempat tidur dan diapun mau namun tidurnya harus dipeluk Bundanya. Sayapun mengiyakan. Ternyata kunci menyapih dengan cinta ini adalah KONSISTEN. Memang harus tegas dan tidak boleh baper. Karena itu butuh peran ayah yang tegas disaat hati ibu mulai melemah dan tidak tega.

Berikut Tips Menyapih dengan Metode WWL (Weaning With Love) yang bisa Anda terapkan

  1. Menyapihlah saat kondisi ibu dan anak dalam keadaan sehat. Ibu harus ikhlas terlebih dahulu sebelum menyapih.
  2. Siapkan selalu air putih di dekat tempat tidur, sehingga kapan saja si kecil terbangun dan minta nenen, berikan dia air putih.
  3. Sering-seringlah memeluk dan menciumnya agar ia tidak merasa diabaikan dan dilupakan ketika disapih
  4. Selalu sounding dengan tutur kata yang lembut namun tegas bahwa ia sudah harus berhenti nenen dan harus terus diulang-ulang.
  5. Ganti aktifitas menyusui dengan mengajak anak bermain sehingga ia lupa untuk nenen. Selalu libatkan suami dalam proses menyapih ini seperti mengajak bermain dan gantian menggendong saat si kecil rewel minta nenen. Aktifitas disesuaikan dengan kesenangan anak ya, kalau kami kebetulan anak kami lebih kinestetik maka berupaya mencari permainan/ aktifitas yang bisa menyalurkan energinya. Terkadang kami sebagai orang tuanya kelelahan juga mengikuti permainannya.
  6. Usahakan selalu perut si anak sudah kenyang. ketika malam sehingga ia bisa tidur nyenyak. Sediakan selalu cemilan sehat seperti buah, roti atau biskuit untuk si kecil karena sejak disapih ia jadi lahap sekali makannya. Kalo bisa cemilan homemade ya moms. Cukup yang sederhana saja tapi disukai si kecil seperti perkedel kentang, bubur kacang hijau dan sebagainya.
  7. Usahakan makan teratur 3x sehari plus cemilan sehat 2x dalam sehari. Karena kalo lagi menyapih, bawaannya lapar terus. Sarapan juga tidak boleh dilewatkan. Pengganti Asi tidak harus sufor atau UHT, kalau makannya teratur dan penuh gizi, tidak perlu susu. Kami  hanya memberikan si kecil susu UHT 2 kotak kecil perhari maksimal 500 ml sebagai selingan.
  8. Berdoa pada Allah semoga proses menyapih ini dimudahkan. Kami percaya menyusui dimulai dengan cinta maka diakhiri dengan cinta pula. Memang butuh proses dan tekad yang kuat. Tidak ada yang instan dalam pengasuhan anak, kita yang mesti sabar melalui prosesnya dan yakin ini akan berhasil. Semoga artikel bermanfaat ya. Buat para ibu yang sedang berjuang menyapih semoga dimudahkan Allah. Selamat menyapih dengan cinta ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *